5 Miliar untuk Jagung, Kemitraan Asosiasi Kelompok Tani Jagung dengan Perusahaan
Posted on Mar 17 2007 | Tagged as: Farmers' Initiatives
Dari sebuah ide 58, yaitu komposisi rumus menanam jagung seluas 5 hektar dan memelihara 8 sapi, kini saya bisa mengakses kerjasama dengan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang peternakan. Awalnya hanya melontarkan ide, namun ide tersebut kemudian berbuntut pada dipercayanya kami dalam kerjasama dengan perusahaan. Dana yang terlah terinvestasikan berjumlah 5 Miliar untuk kerjasama penanaman jagung.
Pertama kali kerjasama investasi ini bermula pada saat saya diundang oleh Pemerintah Kab Tanah Laut Kalimantan Selatan dalam acara gerakan 100 ribu ton jagung. Pertemuan ini diadakan di Balairung (Aula) Kab Tanah Laut pada tanggal 5-6 Mei 2006. Acara ini dihadiri oleh BPTP Kalsel, BPTP Kalteng, Balitnak Bogor, Balitsereal Maros (Sulawesi Selatan), Balitra, DPRD Tanah Laut, Balitjas (Serpong), Pemkab Tanah Laut, Dinas Pertanian Kab Tanah Laut, Dinas Peternakan Kab Tanah Laut, Kelompok Tani KSM Rumpun Pemuda Tani, dan Pengusaha.
Salah satu pengusaha yang hadir adalah PT. Santika Duta Nusantara. Perusahaan ini bergerak di bidang peternakan, dan merupakan perusahaan terbesar di Subang Jawa Barat. PT. Santika Duta Nusantara menggunakan jagung sebagai bahan untuk memproduksi pakan ternak.
Pada pertemuan tersebut, saya sebagai wakil kelompok tani diberi kesempatan untuk menyampaikan masukkan. Ide yang saya sampaikan adalah bagaimana agar petani jagung dapat sejahtera. Saya menyampaikan bahwasannya petani jagung harus menanam jagung seluas 5 ha dan memelihara sapi sebanyak 8 ekor. Ide saya tersebut didasari karena lahan-lahan yang kami miliki memang dibilang relatif luas, dan sangat memungkinkan jika kami memiliki lahan seluas 5 ha tersebut.
Ide atau masukan saya ternyata dapat diterima oleh forum lokakarya tersebut. Dari lokakarya inilah kemudian terangkum beberapa pendapat atau masukan petani, yaitu sebuah target yang ingin dicapai. Adapun target tersebut antara lain:
- Rata-rata panen jagung Kabupaten Tanah Laut adalah 7 ton/ha;
- Petani rata-rata menanam jagung 5 ha dan memelihara 8 ekor sapi;
- Adanya desa-desa yang memiliki potensi usaha terpadu, yaitu jagung - sapi - jasa - sejahtera;
- Rakyat Tanah Laut pendapatannya meningkat; dan
- Pemerataan kesejahteraan.
Dari sinilah kemudian H. Asep pemilik PT. Santika Duta Nusantara tertarik untuk berinvestasi di Kab Tanah Laut. Sebagai tindak lanjut kemudian PT. Santika Duta Nusantara menunjuk Imam Hanapi (anggota DPRD Tanah Laut) sebagai Manajer Umum proyek investasi ini.
Sebagai pengelola dan pelaksana, ditunjuklah kelompok-kelompok tani yang ada di Tanah laut, dengan catatan kelompok tani ini tergabung dalam KAJATA (Koperasi Agribisnis Jagung Tanah Laut; Tengkulak Berkedok Koperasi - baca Menguak Sindikat Jagung di Buletin Advokasi Nomor 23 Tahun 2006). Sebelum kerjasama dilakukan perusahaan dan petani berdialog guna menyepakati kerjasama agar dikemudian hari petani tidak dirugikan. Salah satu nilai keuntungan dari investasi ini yaitu, petani tidak dibebani bunga atas investasi yang dilakukan.
Dalam perjalanannya, kemudian saya dipercaya untuk mengkoordinir kelompok-kelompok tani jagung, karena kebetulan saya dipercaya sebagai Ketua Asosiasi Kelompok Petani Jagung Tanah Laut. Semua anggota kelompok tani jagung tersebut saya ikutkan sebagai penerima permodalan. Target penanaman awal adalah 1.000 ha. Untuk penanaman 5 M dan pembelian jagung musim ini disiapkan dana 11 M, setiap pengiriman + 1.000 ton/kapal dan 5 orang Ketua Kelompok (termasuk anggota Ikatan Petani Advokasi (IPA) Tanah Laut sebagai Pendamping Lapangan (PL).
Satu hal penting yang kami tekankan pada kawan-kawan petani penerima investasi modal (Kelompok Mitra PT. Santika Duta Nusantara) adalah menjaga kepercayaan yang sudah diberikan oleh perusahaan.
Made Lutra
Penulis adalah Koordinator Ikatan Petani Advokasi (IPA) Kabupaten Tanah Laut, sekaligus Ketua kelompok KSM Rumpun Pemuda Tani Desa Sumber Mulia Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan
Blogged with Flock